Biografi

Chrismansyah Rahadi · 16 September 1949 — 30 Maret 2007

Chrisye lahir sebagai Christian Rahadi pada 16 September 1949 di Jakarta. Putra kedua dari tiga bersaudara dalam keluarga Tionghoa-Indonesia, ia tumbuh besar di Menteng, Jakarta Pusat, dibesarkan dengan alunan piringan hitam Bing Crosby, Frank Sinatra, dan Nat King Cole dari koleksi ayahnya, Laurens Rahadi.

Ia tidak pernah belajar membaca not balok. Semua yang ia ketahui tentang musik dipelajari dari mendengarkan radio dan piringan hitam. Ketika gelombang Beatlemania melanda Indonesia di masa SMA-nya di PSKD Menteng, ayahnya membelikan gitar. Chrisye memilih bass — yang ia anggap sebagai instrumen termudah untuk dipelajari. Keputusan sederhana itu mengubah sejarah musik Indonesia selamanya.

Pada 1982, ia berpindah agama ke Islam dan menikahi Gusti Firoza Damayanti Noor. Berganti nama menjadi Chrismansyah Rahadi. Bersama mereka dikaruniai empat anak: Rizkia, Risty, dan si kembar Randa dan Rayinda.

Perjalanan Hidup

1949

Lahir di Jakarta

Christian Rahadi lahir pada 16 September 1949 di Jakarta. Putra kedua dari tiga bersaudara keluarga Tionghoa-Indonesia. Tumbuh di Menteng, Jakarta Pusat, dibesarkan dengan musik Bing Crosby, Frank Sinatra, dan Nat King Cole dari koleksi piringan hitam ayahnya.

personal
1968

Bergabung dengan Sabda Nada

Bergabung dengan band Sabda Nada (kemudian berganti nama menjadi Gipsy) sebagai bassis, menggantikan anggota yang sakit. Band ini dipimpin oleh saudara-saudara Nasution, tetangga Chrisye.

career
1973

Manggung di New York

Tampil bersama Gipsy di Ramayana Restaurant, New York City selama hampir setahun. Memainkan musik bertema Indonesia dan cover band-band progressive rock.

career
1976

Album Guruh Gipsy

Kolaborasi groundbreaking bersama Guruh Sukarnoputra dan Gipsy. Hanya 5.000 kopi diproduksi namun mendapat pujian kritis luar biasa. Dianggap sebagai titik balik musik Indonesia.

career
1977

Lilin-Lilin Kecil & Badai Pasti Berlalu

Tahun terobosan. Merekam "Lilin-Lilin Kecil" (lagu tanda tangannya) dan soundtrack film "Badai Pasti Berlalu" yang menjadi album Indonesia terlaris sepanjang masa. Memenangkan Citra Award di Festival Film Indonesia 1978.

career
1978

Album Solo Pertama: Sabda Alam

Bergabung dengan Musica Studios. Merilis album solo pertama yang terjual 400.000 kopi. Awal kemitraan legendaris dengan label Musica.

career
1982

Menikah & Masuk Islam

Menikah dengan Gusti Firoza Damayanti Noor pada 12 Desember 1982. Berpindah agama ke Islam dan berganti nama menjadi Chrismansyah Rahadi.

personal
1983

Era Keemasan Dimulai

Merilis "Resesi" dan "Metropolitan" — keduanya meraih Silver. Memulai era keemasan dengan Eros Djarot dan Jockie Soerjoprajogo. Memadukan art rock dengan romantic pop.

career
1984

Album Platinum Pertama: Nona

Album "Nona" meraih sertifikasi Platinum pertama. "Sendiri" memenangkan BASF Award pertama. Puncak kolaborasi dengan Djarot dan Jockie.

career
1985

Puncak Komersial

Album "Aku Cinta Dia" meraih Gold, terjual ratusan ribu di minggu pertama. "Hip Hip Hura" kontroversial tapi tetap laris.

career
1989

Video Pertama di MTV Asia

Video klip "Pergilah Kasih" menjadi video Indonesia pertama yang ditayangkan di MTV Asia Tenggara. Pada 1990 juga ditayangkan di MTV Hong Kong.

milestone
1992

Video Pertama di MTV Amerika

Video "Cintamu Tlah Berlalu" menjadi video Indonesia pertama di MTV Amerika. Chrisye membuat sejarah tiga kali di MTV.

milestone
1994

Konser Solo Legendaris

Konser "Sendiri" di JCC Plenary Hall bersama Erwin Gutawa. Tiket terjual habis dalam satu minggu. Menerima BASF Lifetime Achievement Award.

career
1997

SEA Games & Kala Cinta Menggoda

Membawakan "Indonesia Perkasa" di pembukaan SEA Games 1997. Merilis "Kala Cinta Menggoda" yang memenangkan 9 AMI Award dan MTV VMA.

milestone
1998

MTV Video Music Award

Memenangkan MTV Video Music Award untuk Asia Tenggara. Menghadiri upacara di Los Angeles. Sembilan penghargaan AMI termasuk Album Terbaik.

award
1999

Badai Pasti Berlalu — Rekaman Ulang

Merekam ulang album legendaris bersama Erwin Gutawa dan Victorian Philharmonic Orchestra. Biaya produksi US$95.000. Terjual 350.000 kopi.

career
2004

Album Terakhir: Senyawa

Merilis album studio terakhir. Kolaborasi dengan Project Pop, Ungu, dan Peterpan. Mencoba rap untuk pertama kali dalam "Bur-Kat".

career
2005

Diagnosis Kanker Paru

Dirawat di RS Pondok Indah Jakarta dengan sesak napas. Dipindahkan ke Mount Elizabeth Hospital Singapura. Didiagnosis kanker paru stadium 4 dan TBC tulang. Memulai 6 siklus kemoterapi.

personal
2007

Meninggal Dunia

Chrisye meninggal pada 30 Maret 2007 pukul 04:08 WIB di rumahnya di Cipete, Jakarta Selatan. Usia 57 tahun. Dimakamkan di TPU Jeruk Purut.

personal
2012

Konser Hologram

Konser hologram "Kidung Abadi" di JCC. Chrisye holografis tampil bersama Once Mekel, Vina Panduwinata, Sophia Latjuba, dan Gigi. Lagu baru "Kidung Abadi" diciptakan dari 246 suku kata rekaman.

milestone
2017

Film Biopic

Film "Chrisye" dirilis, disutradarai Rizal Mantovani dengan Vino G. Bastian sebagai Chrisye. Film mencakup perjalanan dari masa remaja hingga 2007.

milestone
2019

Google Doodle

Google menghormati ulang tahun ke-70 Chrisye dengan Doodle khusus. Ilustrasi oleh seniman Yogyakarta Antares Hasanbasri menampilkan Chrisye dengan lilin-lilin kecil.

milestone
2022

Weezer Cover Anak Sekolah

Rivers Cuomo dari Weezer membawakan cover viral "Anak Sekolah" menjelang konser Weezer di Jakarta dan Bali. Membuktikan pengaruh Chrisye melampaui batas negara.

milestone
2024

LIFETIME Tribute Concert

Konser tribute besar di Istora Senayan Jakarta pada ulang tahun ke-75 Chrisye. Menampilkan Ariel Noah, Afgan, Rizky Febian, Mahalini, Andien, Eva Celia, Once Mekel. Didukung Kemenparekraf. Pasha Chrisye (putra) turut tampil.

milestone

Orang-Orang di Balik Musiknya

Eros Djarot

Penulis Lagu & Komposer

Pencipta lagu dan komposer untuk soundtrack "Badai Pasti Berlalu", album "Resesi", "Metropolitan", dan "Nona". Bersama Jockie membentuk trio kreatif legendaris dengan Chrisye di awal 1980-an.

1977-1984

Jockie Soerjoprajogo

Keyboardist & Arranger

Virtuoso keyboard dan arranger. Kolaborator kunci pada "Badai Pasti Berlalu" dan trilogi 1983-84. Latar progressive rock-nya membentuk aransemen musik Chrisye.

1977-1984

Guruh Sukarnoputra

Komposer & Kolaborator

Putra Presiden Sukarno. Berkolaborasi pada "Guruh Gipsy" (1976) dan menulis lagu untuk "Puspa Indah" (1980). Pengaruh kreatif besar dalam memadukan musik Barat dengan tradisional.

1976-1980

Erwin Gutawa

Konduktor & Arranger

Konduktor dan arranger untuk lima album era akhir (1996-2002). Mengaransemen konser landmark "Sendiri" 1994, "AkustiChrisye", "Kala Cinta Menggoda", dan remake "Badai Pasti Berlalu". Juga menciptakan "Kidung Abadi" posthumous.

1994-2012

James F. Sundah

Penulis Lagu

Pencipta "Lilin-Lilin Kecil" — lagu paling ikonik Chrisye. Satu lagu yang mengubah sejarah musik Indonesia.

1977

Damayanti Noor

Istri & Muse

Mantan sekretaris Guruh Sukarnoputra dan anggota trio vokal Noor Bersaudara. Menikah 12 Desember 1982. Pendamping setia hingga akhir. Meninggal 8 Februari 2020.

1982-2007

Andi Rianto

Arranger

Arranger untuk album terakhir "Senyawa" (2004). Membawa nuansa kontemporer ke karya terakhir Chrisye.

2004

Alberthiene Endah

Penulis Biografi

Penulis "Chrisye: Sebuah Memoar Musikal" (2007) dan "The Last Words of Chrisye" (2010). Menghabiskan hampir setahun bersama Chrisye di tahun terakhirnya.

2006-2010

Penghargaan

1978

Citra Award — Musik Film Terbaik

Untuk soundtrack "Badai Pasti Berlalu" di Festival Film Indonesia

1979

Penyanyi Favorit Angkatan Bersenjata

Diberikan oleh TNI Indonesia

1984

BASF Award — Album Terlaris

Untuk album "Sendiri"

1988

BASF Award — Album Terlaris

Untuk album "Jumpa Pertama"

1989

BASF Award — Album Terlaris

Untuk album "Pergilah Kasih"

1994

BASF Lifetime Achievement Award

Diberikan pada konser "Sendiri" di JCC

1997

AMI Award — Penyanyi Pop Pria Terbaik

Anugerah Musik Indonesia

1998

9 AMI Awards

Termasuk Album Terbaik, Penyanyi Pop Pria Terbaik, Penyanyi Rekaman Terbaik untuk "Kala Cinta Menggoda"

1998

MTV Video Music Award — Asia Tenggara

Untuk video "Kala Cinta Menggoda". Dihadiri upacara di Los Angeles.

2007

SCTV Lifetime Achievement Award

Penghargaan posthumous pertama. Diterima putrinya Risty.

2007

Album #1 Indonesia Sepanjang Masa

"Badai Pasti Berlalu" dinobatkan Rolling Stone Indonesia sebagai album Indonesia #1 terbaik

2011

Rolling Stone Indonesia #3 Musisi Terbesar

Peringkat #3 musisi Indonesia terbesar sepanjang masa

2019

Google Doodle

Google menghormati ulang tahun ke-70 Chrisye dengan Doodle khusus